Memilih Produk Hewan (Daging Sapi) yang ASUH
Setiap tahunnya konsumsi masyarakat terhadap produk hewan semakin meningkat.
Produk hewan merupakan salah satu bahan pangan yang berperan penting bagi kehidupan manusia karena mengandung protein hewani yang berguna untuk pemenuhan gizi masyarakat. Dimana produk hewan merupakan semua bahan yang masih segar dan/atau telah diolah/diproses khususnya untuk keperluan pangan. Secara umum yang termasuk produk hewan ialah seperti daging sapi, daging ayam, telur, susu, dan sebagainya. Produk hewan memiliki nilai gizi yang tinggi terutama kandungan protein, asam amino, lemak laktosa, mineral, dan vitamin. Namun walaupun demikian produk hewan juga bersifat mudah rusak dan busuk terutama di daerah tropis dan lembab seperti Indonesia menyebabkan mikroorganisme mudah berkembang biak. Selain itu pangan asal hewan juga berpotensi bahaya karena merupakan salah satu media pembawa bibit penyakit zoonosis. Dimana zoonosis merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan kepada manusia bisa melalui pangan bisa juga melalui kontak fisik.Oleh karenanya sebagai konsumen kita perlu mengetahui bagaimana membedakan produk hewan yang layak konsumsi dengan yang tidak layak konsumsi. Bagaimana membedakannya? yaitu memperhatikan apakah produk tersebut termasuk kategori ASUH atau tidak.
Ohiya, sebelum itu apasih ASUH itu?. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan ASUH singkatan dari Aman, sehat, utuh dan halal. Aman itu diartikan tidak mengandung bibit penyakit (bakteri, kapang, kamir, virus, cacing, parasit), racun (toksin), residu obat dan hormon, cemaran logam berat, cemaran pestisida, cemaran zat berbahaya serta bahan-bahan/unsur-unsur lain yang dapat menyebabkan penyakit dan akan mengganggu kesehatan manusia. Sehat diartikan mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh, Utuh berarti tidak dicampur dengan bagian-bagian lain dari hewan yang tidak layak konsumsi dan Halal diartikan sebagai perolehan hasil produksi ternak yang tidak diharamkan sesuai dengan syariat agama Islam.
Yuk kita bahas cara memilih daging sapi yang ASUH!
1. Perhatikan Warna Daging, Daging yang segar dan berkualitas tentu berbeda dengan daging yang sudah busuk. Cara paling mudah untuk mengetahui kualitas daging adalah dari warnanya. Daging sapi yang masih fresh berwarna merah dan segar. Selain itu warna daging juga tidak pucat dan tidak kotor. Warna daging bervariasi tergantung dari jenis hewan secara genetic dan usia, misalkan daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi dewasa. Rasa dan Aroma dipengaruhi oleh jenis pakan. Daging berkualitas baik mempunyai rasa gurih dan aroma yang sedap.
2. Tekstur Daging, Daging sapi yang segar memiliki tekstur yang terasa kenyal. Tekanlah sedikit daging tersebut, jika kembali ke posisi semula berarti daging tersebut masih baru dan segar. Hal ini berbeda dari daging yang busuk dimana daging tersebut akan terasa lembek ketika ditekan.
3. Bau / Aroma, Daging yang segar memiliki aroma yang segar pula atau dengan kata lain memiliki bau khas daging. Sementara itu daging yang busuk akan menimbulkan bau busuk atau asam.
4. Tidak Berair, Jika Anda membeli daging mungkin Anda sering melihat cairan berwarna merah mirip darah. Cairan itu bukanlah darah melainkan “sari” dari daging tersebut. Kelembaban, secara normal daging mempunyai permukaan yang relative kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian mempengaruhi daya simpan daging tersebut
5. Keempukan, Jika ditekan dengan jari daging yang sehat akan memiliki konsistensi kenyal.
6. Kandungan lemak (Marbling) Kandungan lemak adalah lemak yang terdapat diantara serabut otot, Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling berpengaruh terhadap cita rasa.
7. Cek Sertifikat Halal, Pastikan Anda membeli daging dari penjual / supplier daging yang mempunyai izin halal. Cobalah untuk membeli daging yang tidak berair, karena jika berarir maka daging tersebut sudah berada cukup lama berada di udara bebas.
Kriteria Daging Yang Tidak Baik adalah bau dan rasa tidak normal akan segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal tersebut dapat disebabkan oleh adanya kelainan sebagai berikut :Hewan sakit terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam yang akan menghasilkan daging berbau seperti mentega tengik.
Hewan dalam pengobatan terutama dengan pengobatan antibiotic akan menghasilkan daging yang berbau obat – obatan.Warna daging tidak normal tidak selalu membahayakan kesehatan, namun akan mengurangi selera konsumen.
Konsistensi daging tidak normal yang ditandai kekenyalan daging rendah ( jika ditekan dengan jari akan terasa lunak ) dapat mengindikasikan daging tidak sehat, apaila disertai dengan perubahan warna yang tidak normal maka daging tersebut tidak layak dikonsumsi.
Daging busuk dapat mengganggu kesehatan konsumen karena menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Pembusukan dapat terjadi karena penanganan yang kurang baik pada waktu pendinginan, sehingga aktivitas bakteri pembusuk meningkat, atau karena terlalu lama dibiarkan ditempat terbuka dalam waktu relative lama pada suhu kamar, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh enzim – enzim dalam daging yang menghasilkan amoniak dan asam sulfide.

Komentar
Posting Komentar